wediombo, www.wediombo.com, wediombo.com, pantai, beach, ekowisata, eko-wisata, ecotourism, eco-tourism, surfing, selancar, PERMASI wediombo lestari, PERMASI (perkumpulan masyarakat konservasi), DIY, jogja, yogya, yogyakarta, gunungkidul, gunung kidul, wonosari, jepitu, girisubo, gua, caving, homestay, karst, konservasi, conservation, kalpataru, jawa, java, indonesia, echotourism, echo-tourism, Hatma Suryotrisongko (Mayang), www.hatma.info, hatma.info
Untuk melihat Website ini diperlukan Web Browser yang sudah Terintegrasi dengan Flash Player. Klik download jika Flash Player belum tersedia
Dilarang Mengambil atau Memanfaatkan Isi Dari Situs Ini Tanpa Sepengetahuan dan Seijin :
KKN Tematik UGM Semester Pendek Agustus 2006. All rights reserved.
Supported By : CV Surya Karya Mandiri - Lombokijo Techno - Lombokijo Hosting
Created By : www.hatma.info
Hamparan pasir putih yg membentang luas, dan sepasang batu nganten yang berdiri tegar dihimpit dua gunung di tengah lautan, tersinari sang raja siang mulai berpamitan, debur ombak mengalun menjilat bibir pantai di sambut senyum pepohonan langka di pinggiran. Prahu pemandu mulai berlayar siap mengantar, mancing bukan hal biasa Sambil melihat panorama yang luar biasa. Di daratpun tak kalah hebat, gardu pandang yang lepas pandang, gubug istirahat banyak ditemui yg di dalamnya banyak keunikan. Beberapa Gua khas keagungan Tuhan bikin kagum hingga tercengang saking hebatnya. Keanekaragaman hayati maupun non hayati bisa dinikmati. Wediombo lestari memang lain daripada yg lain. Untuk Wediombo Lestari, ditulis oleh penduduk lokal, Wanter, Agustus 2006 HOMESTAY. Wisatawan dapat menginap bersama penduduk setempat dan menikmati masakan khas Wediombo. Serta mengikuti aktivitas keseharian penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. SURFING. Wisatawan dapat berselancar sambil menikmati keindahan panorama pantai alami Wediombo. Deburan ombak yang cukup besar menjamin akan membuat pengalaman berselancar yang tak terlupakan. CAVING. Keindahan panorama Gua Karst (Kawasan batuan kapur), stalaktik dan stalakmit nya yang sangat mengagumkan. Menyajikan keunikan gua, sungai bawah tanah, dan satwa liar yang tak terlupakan. Profil Wediombo Kawasan Pantai Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. Pantai ini memiliki pasir putih yang disukai kebanyakan wisatawan ditambah dengan bentuk pantainya yang berbentuk teluk dan landai. Wisatawan dapat menikmati panorama sunset dari pinggir pantai sambil menikmati sejuknya udara pantai. Bagi wisatawan yang suka memancing dapat dilakukan di pantai ini sambil menikmati panorama pantai lainnya. Selain menampilkan keindahan pantainya kawasan ini juga mempunyai beberapa obyek wisaa lainnya yaitu seperti gua, hutan alam, camping ground dan kawasan konservasi satwa liar. Sebagaian besar penduduk dari Kawasan Pantai Wediombo mempunyai mata pencaharian sebagai petani tradisional. Sebagian lainnya juga ada yang bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional yang menggunakan alat pancing sebagai alat tangkapnya. Daerah ini didominasi oleh suku Jawa tetapi mempunyai ciri khas logat bicaranya seperti daerah Banyumasan atau ngapak. Kondisi Geografis Wediombo terletak pada bagian selatan Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Wediombo termasuk daerah paling timur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Daerah ini merupakan daerah pegunungan dimana kekurangan air menjadi sumber masalah bagi kehidupan sehari-hari penduduknya. Rata-rata hari hujan per bulan di Kecamatan Giri Subo adalah 6 hh dari total 70 hh (Tahun 2004) dan curah hujan per bulan 128 mm (2004). Di kawasan Wediombo sendiri masalah kekurangan air agak teratasi karena adanya mata air Puring yang cukup melimpah sumber airnya sehingga dapat mencukupi kebutuhan air sehari-hari di beberapa dusun di kawasan ini. Kawasan pantai Wediombo di kelilingi oleh pegunungan karst dengan ditumbuhi oleh banyak sekali vegetasi tumbuhan keras. Lahan pertanian cukup luas didaerah ini karena memang sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Adanya pegunungan karst mengakibatkan terbentuknya beberapa gua-gua dan beberapa sungai bawah tanah yang merupakan karakteristik khas topografi karst. Rasulan. Tradisi Rasulan atau bersih desa selalu digelar setiap tahun sekali pada hari jumat legi sehabis panen yang biasanya diadakan diantara bulan Juli, Agustus dan September. Dalam Rasulan digelar beberapa kesenian daerah antara lain reog, pagelaran wayang kulit, campur sari dan beberapa kesenian daerah lainnya. Selain itu juga digelarnya pasar malam yang diadakan selama 1 minggu penuh ikut menambah semaraknya acara Rasulan. Acara ini melibatkan semua warga di kawasan Wediombo sehingga selain dapat menambah kesadaran akan kelestarian lingkungan juga dapat meningkatkan kebersamaan dan persatuan antar warga. Ngalangi. Ritual yang diadakan setiap tahun ini bertujuan sebagai tolak balak atau untuk menghindari adanya musibah. Upacara ini dilakukan di pantai Wediombo yaitu dengan membawa sesaji yang berisi berbagai macam masakan dan beberapa bahan lainnya yang kemudian dibawa ke laut. Dahulu prosesi Ngalangi dilakukan dengan menangkap ikan dengan menggunakan gawar yang tebuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkan dari bukit Jungwok dan dilakukan secara besama-sama oleh warga setempat . Selain sebagai penolak musibah upacara ini juga sebagai salah satu wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga acara ini diikuti warga dengan khusyuk. Pantai Wediombo Pantai Wediombo berasal dari bahasa jawa yang berarti pasir yang luas (wedi : pasir dan ombo : luas). Pantai ini memiliki pasir putih yang terhampar dengan sangat indahnya. Pantai Wediombo berbatasan dengan bukit pegunungan karst. Pantai Wediombo merupakan bagian teluk yang menghadap ke barat sehingga dapat melihat matahari tenggelam (sunset) yang indah. Panorama yang dijanjikan ketika wisatawan akan mengunjungi pantai Wediombo tidak hanya pantai yang indah, tetapi juga kita dapat berselancar di sini. Tidak seperti halnya pantai selatan di Pulau Jawa lainnya, pantai Wediombo mempunyai ombak besar yang sangat cocok untuk berselancar (surfing), sehingga akan menambah pengalaman berselancar anda yang tak terlupakan. Keindahan ikan hias yang banyak terdapat di sepanjang tepi pantai sangat memukau. Sungguh sayang bila anda meleatkan kesempatan langka ini mengunjungi pantai dengan yang menawan dan eksotis ini. Mari bersantai sejenak menikmatai pemandangan sambil berpetualang di Wediombo. Pantai Jungwok Pemandangan Pantai Jungwok sangat indah. Pemandangan khas yang dapat dilihat adalah batu besar yang ada di tengah laut. Batu ini biasa disebut dengan watu topi. Watu topi biasa dapat dinaiki dan dapat digunakan untuk memancing. Pantai Jungwok memiliki pantai yang indah dan luas. Pantai ini memiliki pasir putih dan perairan yang dangkal. Biota laut yang banyak terdapat di sini antara lain bintang laut, ikan hias, dan berbagai macam algae. Di samping itu, juga terdapat berbagai jenis burung. Di sepanjang pantai ditumbuhi oleh tumbuhan pandan. Pantai Jungwok masih sangat alami dan jauh dari keramaian. Rasakan kenikmatan dan privasi berjemur di Pantai Jungwok ini. Pantai Jungwok ini berada di sebelah timur pantai Wediombo dan dapat ditempuh dengan jalan kaki dari Pantai Wediombo. Akses menuju Pantai Jungwok belum dibuka dan hanya ditempuh dengan jalan kaki. Perjalanan ini sungguh menyenangkan bila anda menikmatinya dan di sekitarnya dapat melihat pantai dari tebing. Pantai Pulutan Pantai Pulutan sangat indah dan memiliki pasir putih yang sangat menawan. Panorama pantai ini sangat indah dan dapat dinikmati sambil memancing ikan Panjau. Berbagai Jenis ikan khususnya ikan hias ini cukup banyak terdapat di kawasan pantai Pulutan. Kondisi Pantai Pulutan yang kecil dan terlindungi oleh dua buah bukit di samping kiri dan kanannya sangat menggugah hati untuk berjemur. Selain itu pantai Pulutan ini biasanya dilewati oleh serombongan monyet. Monyet-monyet tersebut hidup liar di alam bebas. Mereka biasa tinggal di gua-gua yang ada. Puluhan monyet bertahan hidup menggantungkan diri dengan persediaan makanan yang ada disekitarnya. Tak mengherankan bila kelak anda berkunjung di sini anda mungkin dapat bertemu langsung dengan monyet tersebut. Mungkin juga, dengan keberanian yang anda miliki mungkin anda bisa memberi makan secara langsung. Sungguh menyenangkan. Anda harus mencobanya. Pantai watulumbung Pantai Watu Lumbung terletak agak jauh dari pantai Wediombo. Pantai ini berada di sebelah barat pantai Wediombo. Pantai Watu Lumbung adalah berupa tanjung dengan tebing yang curam sehingga nampak seperti batu-batu besar yang berada di tengah laut. Pantai Watu Lumbung dapat dicapai dengan jalan kaki kira-kira selama 1 jam dari pusat informasi wisata di Wediombo atau dengan bersepeda gunung. Menikmati keindahan dengan bersepeda gunung akan memberikan kesan yang istimewa bagi para pelancong. Jika anda berjalan kaki maka jangan khawatir, kelelahan akan terbayar dengan keindahan panorama pantai ini. Panorama yang ada tidak kalah bila dibandingkan dengan Tanah Lot yang ada di Pulau Dewata saat masih alami. Jadi jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk mengunjungi "Tanah Lot" Gunung Kidul ini. Pantai Sinden Pantai Sinden mempunyai bentang alam yang luas dan dapat melihat berbagai panorama yang indah. Pantai Sinden dapat digunakan tempat pemancingan yang cukup banyak ikannya. Tempat pemancingan yang khas adalah yakni tanjung yang cocok untuk memancing. Di tempat ini anda dapat melihat secara jelas hamparan laut biru yang membentang luas. Kicauan burung camar putih bisa anda dengarkan langsung. Selain itu, Panorama yang indah ditambah dengan adanya pulau Gelatik dapat ditempuh menggunakan jembatan tambang sederhana. Di pulau gelatik ini terdapat puluhan kelelawar-kelelawar yang hidup disini. Untuk mencapai pulau ini memerlukan sedikit usaha keras. Anda harus melewatinya dengan menggunakn tambang dan papan yang seadanya. Ini sangat cocok bagi anda yang suka dengan petualangan yang menegangkan. Pantai Ngusalan Ngusalan, kata yang cukup sulit diucapkan oleh sebagian orang ternyata mempunyai makna tersendiri di pantai ini. Untuk sebagian penduduk di sekitar pantai ini, pantai Ngusalan ini mempunyai makna khusus yang berarti tempat hidupnya keong. Sungguh mengasyikan bila ada disini, bisa melihat banyaknya keong yang hidup di pantai Ngusalan ini. Selain keong terdapat juga binatang-binatang laut lainnya seperti kerang, udang, lobster dan beberapa jenis ikan yanga ada. Tidak hanya itu saja, beberapa jenis algae seperti rumput laut mulai yang bisa di makan sampai yang tidak bisa di makan juga bisa temukan di pantai ini. Masih tak percaya?? Anda kesini saja, kami akan menunjukkan tempat indah ini. Akan ada yang mengantarkan anda ketempat ini. Pantai Sedahan Pantai Sedahan seperti pantai-pantai yang berada di sekitar kawasan Wediombo juga memiliki panorama yang indah dan masih alami. Keindahan pantai ini diapit oleh dua buah tanjung yang tinggi sehingga seolah-olah diapit oleh dua buah gunung. Keindahan pantai kecil ini sangat disukai oleh wisatawan karena seakan-akan terpisah dari kehidupan luar. Keistimewaan dari Pantai Sedahan adalah sebagai tempat mendaratnya penyu untuk bertelur. Kejadian ini sangat digemari oleh wiatawan yang berminat. Beberapa jenis penyu langka masih ada disini. Pantai ini cukup luas sehingga tak ada salahnya anda bisa mengajak keluarga atau kerabat dekat anda untuk datang ke tempat ini. Gua Bentis Gua ini terletak di daerah Bentis. Dengan muka gua yang sempit dan tebing-tebingnya yang terjal menjadikan gua ini sebagai wisata gua yang menantang. Terdapat ornamen-ornamen gua yang indah seperti stalagtit dan stalagnit. Hal ini tentunya menambah keindahan gua ini. Selain itu, di dalam gua ini juga terdapat luweng. Luweng adalah sungai bawah tanah dan pada musim penghujan, air di luweng ini bertambah banyak. Gua ini baik dijelajahi pada saat musim kemarau. Keunikan dari stalagnit dan stalaktit yang ada disini adalah, warnanya lebih gelap dibandingkan dengan umumnya stalaktit dan stalaknit yang ada. Bentuk Khas yang dimiliki dari stalaktit dan stalaknit yang ada adalah berbentik bergerombol kecil memanjang seperti akar. Keindahan Gua Bentis ini tidak akan dapat anda temui di daerah lain. Gua Greweng Gua yang terletak di daerah Greweng ini memiliki potensi menjadi wisata gua yang menyenangkan sekaligus menantang. Dengan ornamen-ornamen gua yang unik, seperti stalagtit dan stalagnit, menambah keindahan dari gua ini. Gua ini sering dijadikan sebagai tempat bertapa, bahkan sampai sekarang, banyak cerita-cerita mistik yang terjadi di gua ini. Gua ini juga sering menjadi habitat landak dan kalau beruntung, kita bisa bertemu landak saat kita menjelajahi gua ini. Selain landak anda juga bisa melihat kelelawar-kelelawar bergelantungan disini. Bila anda masuk di gua ini anda akan melihat stalagnit dan stalaktit yang menkristal bak kilauan permata. Saran yang bagus yang bisa anda pertimbangakan adalah jangan lupa membawa senter, obor ataupun lilin bila anda berkunjung di tempat ini. Ditambah dengan membawa kamera bila anda ingin mengabadikan moment-moment berharga disini. Jangan kaget bila anda memperoleh hasil yang mencengangkan dan indah disini. Gua Banyusumurup Gua Banyu Sumurup terletak di daerah Bentis. Gua ini memiliki muka gua yang cukup besar, tapi semakin ke dalam, lorong gua ini semakin sempit. Di dalam gua ini terdapat luweng yaitu sungai bawah tanah, yang memiliki air yang sangat jernih. Seperti halnya gua Bentis, gua ini baik dimasuki ketika musim kemarau. Hal ini disebabkan karena pada musim penghujan, air luweng ini bertambah banyak. Gua ini memiliki ornamen-ornamen gua yang indah dan menarik, yaitu stalagtit dan stalagnit. Selain itu, gua ini juga menyimpan banyak cerita-cerita mistis. Gua Pertapan1 Gua pertapaan 1 terletak di daerah Pulutan, tepatnya di tepi pantai Pulutan. Gua ini memiliki ornamen-ornamen gua yang indah, seperti stalagtit dan stalagnit. Ketika kita menelusuri gua ini, kita haru melewati jalan-jalan gua yang sempit dan tebing-tebing gua yang terjal. Hal ini menambah keunikan dari gua ini. Seperti namanya, gua ini juga sering dijadikan sebagai tempat bertapa, bahkan sampai sekarang. Konon dahulu kala, banyak orang-orang sakti berkunjung di tempat ini. Masih ada panduduk sekitar lari ke tempat ini bila ingin bertapa atau setidaknya menenangkan diri bila mempunyai masalah. Untuk sampai di tempat ini anda harus melakukan ritual khusus yaitu " memegang payudara perawan ". Setelah itu anda bisa terus masuk kedalam gua. Anda masih tak percaya, silahkan anda berkunjung sendiri di tempat ini.. Pasti Anda Puas!!! Gua Pertapan2 Gua pertapaan 2 ini juga terletak di daerah Pulutan, tepatnya di sebelah gua pertapaan 1. Gua pertapaan 2 ini lebih menjorok ke laut, sehingga ketika air laut pasang, air laut ikut masuk sampai ke dalam gua. Gua pertapaan 2 ini aman dimasuki saat air laut surut. Gua ini telah banyak dikunjungi oleh banyak pengunjung dan sama seperti gua pertapaan 1 gua ini juga sering dijadikan sebagai tempat bertapa sampai sekarang. Banyak cerita- cerita mistik yang terkandung di tempat ini. Bila anda ingin mencapai tempat ini, anda harus merelakan sebagian kaki anda basah karena untuk mencapai tempat ini anda harus melewati bagian tepi pantai Jungwok. Gua ngusalan Goa Ngusalan berada di daerah Ngusalan yang terdapat juga pantai yang menawan. Gua ini dapat dijadikan tempat peristirahatan bagi pelancong yang mengunjungi pantai Ngusalan. Stalagtit dan stalagmit yang ada menambah keindahan gua ini. Semakin masuk ke dalam kondisi gua semakin melebar seperti berada di ruangan besar dengan ornamen-ornamen gua yang alami. Dulu, gua Ngusalan ini dijadikan tempat pertapaan. Menurut cerita penduduk lokal, gua ini menympan sejuta misteri yang diyakini oleh masyarakat.Namun, sekarang sudah jarang masyarakat bertapa di gua ini. Tetapi anda boleh mencoba untuk bertapa di gua ini, silahkan saja menghubungi sesepuh di Wediombo yang nanti akan mengantarkan anda. Gua lowo Kalau mendengar namanya saja pasti banyak orang sudah dapat menerka-nerka apa saja yang terdapat di dalam gua tersebut. Betul sekali!!! Asal muasal pemberian nama gua ini berasal dari kata Lowo ( bahasa jawa ) yang berarti kelelawar.Banyak hewan malam yaitu kelelawar yang hidup di gua ini. Jumlahnya ratusan buah. Mereka bergelantungan di setiap lubang-lubang yang ada di sudut-sudut gua ini. Matanya sangat terlihat tajam dan menakutkan, tapi ini lah keunikan dari gua ini. Berdasarkan survey yang dilakukan, di gua ini terdapat beberapa jenis kelelawar yang hidup. Mulai dari kelelawar yang besar sampai bentuk kelelawar yang kecil. Warna dari kelelawar sendiri berwarna coklat sampai hitam pekat. Sehigga untuk memperoleh gambar kelelawar tersebut bukanlah hal yang mudah, di dukung dengan suasana gua yang gelap. Ada yang berani mencoba????? Ayo buruan kesini kita rame-rame mengambil gambar kelelawar. Ke Gua Lowo siapa takut..... Homestay Tempat menginap di daerah wisata ini lain dari yang lain. Jangan pernah berpikir anda akan menemukan hotel berbintang disini. Apabila anda berkesempatan datang , anda akan merasakan bagaimana asyiknya tinggal di rumah penduduk sekitar. Rumah penduduk yang sebagian besar masih terbilang cukup sederhana dan unik. Bagaimana tidak, banyak peralatan sederhana disini. Bagi anda yang mau merasakan memasak dengan tungku, sampai pergi ke hutan untuk berladang bersama-sama dengan masyarakat setempat sungguh mengasyikan. Rasakan indahnya kembali ke suasana tempo dahulu yang pernah dialami oleh kakek dan nenek kita. Anda juga dapat merasakan sajian dan makanan khas dari tempat ini. Misalnya saja beberapa olahan ketela pohon yang dimasak dengan beberapa tehinis pengolahan, serta ampyang yaitu kacang tanah yang diolah bersama gula jawa yang mana rasanya nanti bisa menggoyang lidah anda. Semua makanan ini anda olah dengan menggunakan tungku. Tungku adalah semacan alat memasak yang terbuat dari tanah liat, selain itu bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar. Rasa yang ditimbulkan dari pengolahan tungku jauh lebih nikmat.... Masih banyak hal-hal yang menarik yang dapat anda lakukan dengan pemilik rumah....Penasaran??? Kesini saja....... Shelter Shelter adalah tempat peristirahatan sementara yang bentuk tempatnya terbuat dari anyaman bambu dan atapnya terbuat dari genteng (tanah liat), tapi masih ada juga yang terbuat dari rumbai-rumbai daun kelapa. Tempat ini jauh lebih sederhana di bandingkan dengan homestay. Nama lain dari shelter adalah gubug. Luasnya kira-kira 4x2 meter. Tapi jangan salah, fasilitas disini cukup lengkap, meskipun semuanya masih terbilang sangat sederhana dan unik. Anda dapat menemui puluhan shelter yang terletak terpisah-pisah sebelum mencapai pada lokasi yang anda tuju. Ditempat ini juga anda bisa melihat hamparan sawah yang cukup luas, duduk-duduk santai sambil menikmati nikmatnya teh hangat dan ketela rebus atau ketela bakar yang dapat anda buat bersama-sama dengan pemandu wisata atau penduduk sekitar. Ada satu hal yang membuat anda akan tambah menikmati hidangan. karena tempat penyajian untuk teh hangat, tidak berasal dari kaca yang berupa gelas. Tapi tempat minumannya berasal dari tempurung kelapa yang sudah dibersihkan,,, mmmhh benar-benar alami. Tempat untuk makanan yang dibuat sendiri, berasal dari bakul dan tampah yang berasal dari anyaman bambu. Wisata Memancing Sinden Kawasan Sinden merupakan lokasi pemancingan merupakan lokasi pemancingan yang sangat menarik dan memiliki keunikan tersendiri dengan tebing terjal berbatu dan luas. Tempat ini terletak di sebelah timur pantai Wediombo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar 1 jam. Hal yang menarik dari tempat ini adalah lokasi pemancingan yang berupa tebing terjal dan berada di pinggir laut, sehingga pemancing dapat sekaligus menikmati deburan ombak laut selatan. Tanjung Manjung atau Grendan Tanjung Manjung merupakan kawasan yang menarik sebagai tempat untuk memancing, selain karena daerah ini menjorok ke laut juga daerah ini dikenal sebagai daerah yang masih lestari kondisi biota lautnya. Dari sekian obyek wisata di kawasan pantai Wediombo Tanjung Manjung merupakan daerah yang paling menjorok ke laut sehingga nelayan di daerah tersebut menganggap daerah ini merupakan tempat yang paling favorit untuk mencari ikan. Deburan ombak laut selatan yang mengenai tebing (Boto Rubuh) juga dapat dilihat dari tempat ini. Kalau anda ingin benar-benar memancing, anda harus menyiapkan peralatannya. Tapi jangan khawatir... Pemandu wisata akan membantu mempersiapkan peralatan anda. Konservasi Vegetasi dan Hutan Alam Kawasan Wediombo selain dikenal mempunyai wisata pantai yang indah daerah ini juga masih mempunyai potensi lainnya yaitu hutan alam. Hutan ini mempunyai beraneka ragam jenis tumbuhan hutan yang banyak sekali diburu oleh penebang liar. Selain maenyajikan berbagai macam tumbuhan hutan daerah ini merupakan habitat berbagai macam satwa liar yang langka diantaranya kera ekor panjang dan kijang. Kawasan hutan meliputi daerah BELIK, SEMUTAN, GEBANG, WINONG KROWOK dimana daerah ini terletak di daerah paling timur dari kawasan wisata Wediombo. Pohon-pohon kehutanan hampir semuanya ada disini. Konservasi Satwa Liar Penyu, kijang, dan kera merupakan hewan khas kawasan Wediombo yang hampir punah. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkannya adalah dengan membentuk suatu kawasan konservasi. Ngusalan yang terletak di sebelah pantai Jungwok merupakn salah satu kawasan konservasi dimana daerah ini merupakan daerah tadah hujan yang digunakan sebagai tempat penampungan air hujan. Kanigoro terletak disebelah Ngusalan yang juga digunakan sebagai salah satu daerah konservasi satwa liar memiliki keindahan alam yang indah. Daerah ini selain terletak di pinggir pantai juga mempunyai variasi vegetasi yang cukup beragam sehingga menjadikan tempat ini sebagai habitat berbagai satwa liar.Kawasan Pulutan dan Dadapan dikenal sebagai daerah habitat kera berekor panjang yang populasi mendekati punah. Daerah ini mempunyai kondisi vegetasi yang masih cukup baik sehingga merupakan habitat yang cocok untuk berkembang biaknya satwa liar khususnya kera. Pemandu Wisata Pemandu wisata pada kawasan wisata wediombo ini kebanyakan merupakan orang daerah sekitar yang mana mereka lebih mengetahui detail kawasan wisata daerah mereka. Akan banyak keterangan yang dapat anda peroleh dari mereka tentang daerah ini. Gardu Pandang Gardu Pandang merupakan lokasi yang dapat dipakai untuk melihat pemandangan baik untuk melihat sunrise dan sunset ataupun yang lainnya di tempat-tempat yang strategis secara keseluruhan................................ Rest Area Jika anda lelah berkeliling tempat wisata di kawasan Wediombo maka tidak ada salahnya anda beristirahat sebentar di kawasan rest area (tempat peristirahatan). Selain anda dapat melepas lelah, di sini juga dapat menikmati pemandangan Wediombo dengan lebih santai. Suasana rest area sangat cocok untuk melepas lelah dan bercengkerama dengan teman atau keluarga. Kenyamanan yang disuguhkan akan terasa berkesan ditambah dengan keindahan panorama pantai dan tanjung yang dapat dilihat dari sini. Untuk mencapai rest area kita cukup berjalan kaki di kawasan pantai Wediombo saja. Tempat ini menjadi pilihan tepat bagi anda yang menginginkan untuk bersantai sejenak sambil menikmati sepoi angin laut serta sajian masakan khas Gunung Kidul yang terkenal kelezatannya. Jadi jangan lewatkan rest area ini jika anda berada di kawasan pantai Wediombo. Camping Ground Camping ground berlokasi di daerah Ngalun-alun. Areal ini cukup luas dan landai. Sumber air terdekat terdapat di gua Ngalun-alun di mana daerah ini merupakan daerah persawahan dengan sumber mata air yang banyak. Dari tempat ini kita juga bisa melihat keindahan pantai Jungwok yang ditumbuhi beberapa vegetasi yang didominasi oleh tumbuhan akasia (Accacia auriculiformis) , sehingga cocok dijadikan sebagai tempat outbond atau perkemahan. Studi Tour Ekowisata Bagi anda yang tertarik dengan lingkungan yang masih alami dan lestari tak ada salahnya anda mencoba melakukan study tour bersama keluarga, kerabat ataupun kolega anda di tempat ini. Anda yang sudah berkeluarga bisa mengajak putra-putri kesayangan anda untuk mengenal lingkungan alam menjadi menjadi lebih dekat lagi. Jenis-jenis tanaman pertanian dan kehutanan, serta macam-macam hewan yang mungkin tidak anda temui di kota, dapat anda temukan disini. Wisata Spiritual Banyak legenda rakyat yang ada di kawasan wisata Wediombo ini. Legenda yang ada di Wediombo adalah watu lawang, yang ada di Watu Lumbung yang seperti pintu (lawang :bahasa jawa). Menurut kisahnya, batu ini diibaratkan pintu ghaib untuk memasuki kerajaan Ratu Laut Selatan (Nyi Roro Kidul). Dahulu, banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi di dekat batu ini. Selain itu, terdapat juga Watu Pengantin yang diibiratkan sepasang pengantin. Watu Pengantin ini terdapat di kawasan Wediombo, tetapi hanya dapat dilihat jika laut surut. Situs-situs spiritual yang dikeramatkan oleh masyarakat seperti contohnya gua yang ada di sekitar pantai Wediombo. Gua Greweng dulu sebagai tempat mencari wangsit atau petunjuk yang diyakini oleh kepercayaan tertentu. Wisata Ikan Hias dan Taman Laut Potensi ikan hias dan taman laut dapat anda jumpai di pantai Wediombo. Bermacam-macam ikan hias yang menarik perhatian anda, akan dapat anda jumpai disini. Mulai dari bentuk dan warnanya beranekaragam. Bagi anda yang membawa peralatan menyelam, anda dapat melihat dunia laut yang indah. Macam-macam bentuk terumbu karang ada disini, jenis-jenis algae seperti rumput laut yang berbagai macam bentuk juga ada disini. Bila anda mempunyai kamera anti air tak ada salahnya anda mengambil gambarnya.